Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kanker kolorektal merupakan kanker ketiga yang paling sering didiagnosis di seluruh dunia. Meski prevalensinya tinggi, kanker kolorektal sering kali terabaikan. Sebagai pendukung kesehatan dan kesejahteraan, penting untuk meningkatkan kesadaran akan kanker kolorektal, menekankan pentingnya diagnosis dini, serta menyebarkan informasi mengenai akses skrining dan pilihan pengobatan.

Bacalah lebih lanjut untuk membekali diri Anda dengan pengetahuan penting dan membantu meningkatkan kesadaran tentang kanker kolorektal.

Apa itu Kanker Kolorektal?

Kanker kolorektal adalah kanker yang bermula di usus besar (kolon) atau rektum. Penyakit ini juga dikenal sebagai kanker usus besar atau kanker rektum. Biasanya, kanker ini berawal dari polip, yaitu pertumbuhan kecil pada lapisan dalam usus besar atau rektum, yang dapat berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani. Meskipun dapat terjadi pada usia berapa pun, kanker kolorektal paling sering didiagnosis pada individu berusia di atas 50 tahun. Namun, tren terbaru menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan pada kelompok usia muda, sehingga upaya deteksi dan pencegahan dini menjadi semakin penting.

Mengenali tanda dan gejala kanker kolorektal sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan tepat waktu. Gejala dapat meliputi perubahan kebiasaan buang air besar (seperti diare atau sembelit), darah pada tinja, nyeri atau ketidaknyamanan perut, penurunan berat badan tanpa sebab, kelelahan, serta rasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Artikel berikut membahas lebih lanjut mengenai gejala, faktor risiko, diagnosis, dan pilihan pengobatan kanker kolorektal.

Memahami Pentingnya Kesadaran Kanker Kolorektal

Mengapa Kesadaran tentang Kanker Kolorektal Penting?

Mendorong Deteksi Dini dan Strategi Pencegahan

Deteksi dini merupakan kunci dalam melawan kanker kolorektal. Baik melalui partisipasi dalam kegiatan edukasi maupun diskusi dengan keluarga dan teman, kita dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan positif. Skrining kanker kolorektal penting karena sebagian orang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Dr Toh Ee-Lin, Dokter Bedah Umum dan Kolorektal dari TEN Surgery (anggota Healthway Medical), menekankan pentingnya skrining tepat waktu untuk deteksi dini kanker kolorektal.

Mendorong Skrining Secara Rutin

Skrining rutin direkomendasikan bagi individu tanpa faktor risiko mulai usia 50 tahun, dengan skrining lebih awal atau lebih sering bagi mereka yang memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti menjaga pola makan sehat, berolahraga secara teratur, membatasi konsumsi alkohol, serta menghindari rokok dan produk tembakau dapat membantu menurunkan risiko kanker kolorektal.

Deteksi dini meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan serta memberikan lebih banyak pilihan terapi dengan hasil yang lebih baik. Metode skrining yang umum meliputi tes darah samar pada tinja (FOBT), tes imunokimia tinja (FIT), tes DNA tinja, dan kolonoskopi (prosedur yang paling umum). Dalam video berikut, Dr Eugene Yeo, Dokter Bedah Umum dan Kolorektal dari TEN Surgery (anggota Healthway Medical), memperagakan prosedur kolonoskopi secara lengkap.

Menjelajahi Pilihan Pengobatan Kanker Kolorektal

Tersedia berbagai pilihan pengobatan untuk kanker kolorektal, bergantung pada stadium kanker, lokasi tumor, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemajuan dalam dunia medis telah menghadirkan beragam terapi, termasuk pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi target, dan imunoterapi.

  • Pembedahan: Pembedahan sering menjadi pengobatan utama untuk kanker kolorektal tahap awal, dengan tujuan mengangkat jaringan kanker dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Dalam beberapa kasus, teknik minimal invasif seperti bedah laparoskopi atau bedah berbantuan robot dapat digunakan untuk mempercepat pemulihan.
  • Kemoterapi: Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker, dan sering digunakan sebelum atau setelah pembedahan.
  • Radioterapi: Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker, baik sebelum atau setelah pembedahan, atau sebagai terapi paliatif.
  • Terapi Target: Terapi ini menargetkan molekul atau jalur tertentu yang berperan dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.
  • Imunoterapi: Imunoterapi membantu sistem kekebalan mengenali dan menyerang sel kanker, dan digunakan pada kasus tertentu kanker kolorektal lanjut.

Pasien perlu mendiskusikan pilihan pengobatan dengan tim medis untuk menyusun rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Perawatan pendukung seperti konseling nutrisi, pengelolaan nyeri, dan dukungan psikososial juga dapat meningkatkan kualitas hidup selama dan setelah pengobatan.

Bersama Melawan Kanker Kolorektal

Meningkatkan kesadaran tentang kanker kolorektal bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi juga memberdayakan individu untuk mengambil langkah pencegahan, deteksi dini, dan advokasi kesehatan. Bagi Anda yang mencari opsi skrining, Healthway Health Screening Centre menyediakan paket skrining komprehensif yang mencakup kolonoskopi. Warga negara Singapura yang memenuhi syarat juga dapat mengakses skrining bersubsidi melalui program pemerintah seperti CHAS, Screen For Life, dan HealthierSG.

Dengan meningkatkan kesadaran, menyediakan informasi yang tepat, serta memudahkan akses terhadap skrining dan pengobatan, beban kanker kolorektal dapat dikurangi secara signifikan dan lebih banyak nyawa dapat diselamatkan. Mari bersatu melawan kanker kolorektal demi masa depan yang lebih sehat bagi komunitas kita.

Pesan Pemeriksaan Kesehatan Anda