Dangers of Binge Drinking

Apa yang dianggap sebagai binge drinking?

Binge drinking didefinisikan sebagai konsumsi alkohol dalam jumlah besar dalam waktu singkat hingga menyebabkan keracunan, dengan kadar alkohol dalam darah (BAC) mencapai 0,08 g/dl atau lebih. Kondisi ini biasanya terjadi apabila pria mengonsumsi 5 gelas atau lebih, atau wanita mengonsumsi 4 gelas atau lebih dalam waktu sekitar 2 jam. Satu gelas setara dengan 12 ons bir, 5 ons anggur, atau 1,5 ons minuman beralkohol keras.

Keracunan alkohol

Keracunan alkohol merupakan dampak paling berbahaya dari binge drinking dan dapat mengancam jiwa, termasuk menyebabkan koma atau kematian. Gejala keracunan alkohol meliputi:

  • Kebingungan mental atau tidak sadarkan diri
  • Muntah berulang
  • Kejang
  • Pernapasan lambat atau tidak teratur
  • Suhu tubuh rendah
  • Kulit pucat, dingin, lembap, atau kebiruan

Dampak jangka panjang konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol secara berlebihan dan berulang dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan pada berbagai bagian tubuh, antara lain:

Kerusakan otak

  • Dampak negatif terhadap daya ingat, konsentrasi, kemampuan berpikir, perencanaan, dan keterampilan visual-spasial
  • Stroke

Penyakit pada sistem pencernaan

  • Tukak lambung
  • Gastritis
  • Kanker lambung

Masalah jantung

  • Gangguan otot jantung
  • Gangguan irama jantung
  • Tekanan darah tinggi

Risiko kanker

  • Meningkatkan risiko kanker payudara, mulut, tenggorokan, esofagus, hati, dan usus besar

Penyakit hati

  • Gangguan fungsi hati
  • Perkembangan perlemakan hati yang dapat berujung pada sirosis
  • Hepatitis alkoholik (ditandai dengan pembengkakan hati, mual, muntah, nyeri perut, perdarahan, dan penyakit kuning)

Masalah psikologis

  • Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan insomnia

Gangguan fungsi seksual dan hormonal

  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan kadar testosteron
  • Gangguan produksi sperma
  • Penurunan kesuburan pada wanita
  • Perubahan kadar hormon pada wanita pramenopause yang meningkatkan risiko osteoporosis

Kerusakan otot rangka

  • Miopati otot rangka (penurunan massa otot dan jaringan tanpa lemak)

Masalah lain terkait alkohol

  • Kecelakaan, cedera, dan perilaku berisiko tinggi

Mengemudi dalam keadaan mabuk menyumbang sebagian besar cedera dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Selain itu, penyalahgunaan alkohol juga dikaitkan dengan perilaku berisiko seperti kekerasan fisik dan perilaku seksual berisiko.

  • Masalah kehamilan dan/atau perkembangan anak

Paparan alkohol dalam jumlah tinggi selama kehamilan dikaitkan dengan berbagai gangguan perkembangan, termasuk sindrom alkohol janin yang dapat menyebabkan cacat lahir permanen.

  • Penurunan partisipasi dan keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari

Binge drinking dan efek mabuk setelahnya dapat berkontribusi terhadap penurunan produktivitas dan/atau ketidakhadiran.