
Sebagai orang tua, kita akan melakukan apa pun untuk melindungi kesehatan anak-anak kita. Kita memastikan janji temu medis mereka teratur, memantau setiap tahap tumbuh kembang, dan menjaga agar jadwal vaksinasi mereka berjalan tepat waktu tanpa terlewat. Namun, seberapa sering kita berhenti sejenak untuk memikirkan diri sendiri? Di tempat seperti Singapura, di mana kehidupan berjalan cepat dan selalu ada hal penting dalam jadwal, mudah bagi kita untuk menempatkan diri sendiri di urutan terakhir — sampai sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Mengapa Vaksin Dewasa Bukan Sekadar Hal yang Terlupakan Setelah Masa Kanak-Kanak
Kecenderungan untuk mengabaikan kebutuhan diri sendiri ini juga sering mencakup vaksinasi. Sebagian besar dari kita telah menyelesaikan vaksin rutin masa kanak-kanak dan jarang memikirkannya lagi, dan itu memang wajar. Banyak di antaranya memberikan perlindungan jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Namun, ada juga vaksin yang direkomendasikan secara khusus untuk orang dewasa. Vaksin ini bukan untuk menggantikan vaksin yang diterima sebelumnya, melainkan untuk menghadapi risiko yang muncul di kemudian hari, baik karena usia, kondisi kesehatan, gaya hidup, maupun perjalanan.
Dan karena vaksin-vaksin ini diperkenalkan pada tahap kehidupan yang lebih dewasa, sering kali vaksin tersebut tidak langsung terlintas dalam pikiran, terutama ketika kita merasa baik-baik saja dan menganggap diri sudah terlindungi. Namun, perlindungan tidak selalu berarti kekebalan seumur hidup. Di sinilah akan membantu jika Anda membayangkan sistem kekebalan tubuh seperti perangkat pintar atau komputer. Sesekali, sistem tersebut memerlukan pembaruan agar tetap berfungsi dengan baik, dan vaksinasi merupakan bagian dari pembaruan tersebut.
Dengan memahami hal ini, penting untuk meninjau kembali vaksin apa saja yang mungkin Anda perlukan sebagai orang dewasa, kapan vaksin tersebut direkomendasikan, apa yang dilindunginya, dan mengapa menjaga status vaksin tetap mutakhir masih menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Vaksin yang Direkomendasikan untuk Orang Dewasa
Vaksin Flu – Mengapa Tetap Penting untuk Dimiliki
Influenza, atau flu, adalah infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan kelelahan. Dalam kasus yang lebih serius, flu dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, yang dalam kondisi tertentu dapat berujung pada kematian, bahkan pada orang dewasa yang sebelumnya sehat.
Di Singapura, flu terjadi sepanjang tahun tetapi cenderung meningkat antara April hingga Juli serta November hingga Januari. Pada periode ini, virus menyebar dengan mudah di sekolah, kantor, acara ramai, dan transportasi umum.
Karena penyebarannya yang cepat pada periode puncak ini, vaksinasi flu penting untuk membantu mengurangi risiko. Vaksin flu membantu tubuh membangun perlindungan terhadap strain virus yang paling umum pada musim tersebut. Meskipun tidak sepenuhnya mencegah infeksi, vaksin ini dapat mengurangi tingkat keparahan gejala serta menurunkan risiko penyakit serius, rawat inap, dan masa pemulihan yang panjang.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Flu?
Vaksin flu direkomendasikan untuk semua orang dewasa, terutama bagi mereka yang:
- Berusia 65 tahun ke atas
- Sedang hamil
- Memiliki kondisi kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, atau paru-paru
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Tinggal bersama atau merawat bayi, orang tua lanjut usia, atau individu dengan risiko kesehatan lebih tinggi
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin Flu?
Virus flu bermutasi dengan cepat, yang berarti vaksin tahun sebelumnya mungkin tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap strain tahun ini. Vaksin baru dikembangkan dan dirilis setiap tahun untuk mengikuti perubahan ini. Selain itu, kadar antibodi dalam tubuh juga dapat menurun seiring waktu, sehingga vaksin flu tahunan tetap disarankan.
Untuk individu dengan risiko kesehatan lebih tinggi, dokter mungkin menyarankan vaksinasi hingga setiap enam bulan sekali, tergantung pada kondisi dan strain virus yang sedang beredar.
Vaksin Tdap – Perlindungan untuk Risiko Sehari-hari
Tetanus, difteri, dan pertusis mungkin terdengar seperti penyakit dari masa lalu, tetapi ketiganya masih menjadi risiko nyata pada orang dewasa. Vaksin Tdap — singkatan dari tetanus, difteri, dan pertusis aselular — memberikan perlindungan terhadap ketiga penyakit tersebut. Dimulai dengan tetanus, ini adalah infeksi bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka, goresan, atau tusukan, yang sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari di rumah atau di luar ruangan. Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri menghasilkan racun yang memengaruhi sistem saraf, menyebabkan kekakuan otot, kejang, atau rahang terkunci. Dalam kasus serius, kondisi ini dapat mengganggu pernapasan dan menjadi mengancam nyawa tanpa penanganan.
Difteri dan pertusis adalah infeksi saluran pernapasan yang menyebar melalui batuk atau bersin, sehingga lebih mudah menular dibandingkan tetanus. Difteri memengaruhi hidung dan tenggorokan, dan dalam kasus yang lebih berat dapat menyebabkan kesulitan bernapas, gangguan jantung, atau kerusakan saraf. Pertusis, yang lebih dikenal sebagai batuk rejan, menyebabkan serangan batuk hebat dan dapat sangat berbahaya bagi bayi. Orang dewasa yang berinteraksi dekat dengan bayi — seperti orang tua, kakek-nenek, dan pengasuh — dapat tanpa sadar menularkan penyakit ini jika vaksinasi mereka tidak diperbarui.
Inilah sebabnya vaksin booster Tdap tetap menjadi bagian penting dalam kesehatan orang dewasa. Meskipun sebagian besar orang telah menerima vaksin dasar saat kecil, perlindungannya dapat berkurang seiring waktu. Booster umumnya dianjurkan setiap 10 tahun, atau lebih awal tergantung usia, gaya hidup, rencana perjalanan, atau riwayat kesehatan Anda.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Tdap?
Orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin Tdap sebaiknya mendapatkannya, terutama jika sudah bertahun-tahun sejak suntikan tetanus terakhir. Rekomendasi ini menjadi semakin penting bagi mereka yang sering berinteraksi dengan bayi dan anak kecil.
Ibu hamil juga dianjurkan menerima vaksin Tdap pada setiap kehamilan, idealnya antara minggu ke-27 hingga ke-36. Hal ini membantu memberikan perlindungan awal bagi bayi yang baru lahir, yang masih terlalu muda untuk menerima vaksin sendiri.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin Tdap?
Jika Anda belum pernah menerima vaksin Tdap saat dewasa, sebaiknya pertimbangkan untuk mendapatkannya, meskipun Anda telah menyelesaikan vaksinasi masa kanak-kanak. Menjaga vaksin tetap terbaru penting untuk perlindungan diri, terutama jika gaya hidup atau lingkungan Anda meningkatkan risiko paparan.
Dalam situasi tertentu, dosis tambahan mungkin diperlukan, misalnya setelah luka dalam atau luka yang terkontaminasi, atau berdasarkan riwayat kesehatan Anda. Jika Anda tidak yakin kapan terakhir kali divaksinasi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menilai apakah diperlukan tindak lanjut sesuai usia, kondisi kesehatan, atau gaya hidup Anda.
Vaksin HPV – Kunci dalam Pencegahan Kanker
Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang dapat memengaruhi pria dan wanita. Meskipun banyak infeksi tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya, beberapa jenis diketahui dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, termasuk kanker serviks, area genital, dan tenggorokan.
Vaksin HPV membantu melindungi terhadap jenis-jenis berisiko tinggi ini. HPV tipe 16 dan 18 berkaitan dengan kanker serviks, sementara tipe 6 dan 11 terkait dengan sebagian besar kutil kelamin. Vaksin ini menargetkan jenis-jenis tersebut untuk mengurangi risiko kanker dan pertumbuhan terkait HPV.
Ada juga jenis HPV lain yang dapat menyebabkan kutil di area non-genital, seperti kutil plantar di telapak kaki. Walaupun tidak terkait dengan jenis yang dilindungi oleh vaksin, hal ini menunjukkan betapa luasnya keluarga virus HPV.
Di Singapura, vaksin HPV disetujui untuk individu hingga usia 45 tahun. Ini tetap menjadi cara penting bagi orang dewasa untuk melindungi diri dari komplikasi terkait HPV. Walaupun mungkin tidak selalu menjadi prioritas, menunda vaksinasi dapat berdampak di kemudian hari, melalui masalah kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah atau perawatan yang menjadi lebih kompleks.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin HPV?
Di Singapura, vaksin HPV disetujui untuk perempuan dan laki-laki berusia 9 hingga 45 tahun. Vaksin ini memberikan manfaat terbesar jika diberikan sebelum aktivitas seksual dimulai, tetapi orang dewasa tetap dapat memperoleh perlindungan penting terhadap jenis HPV tertentu.
Terdapat dua jenis vaksin yang tersedia. HPV2 menargetkan tipe 16 dan 18, sementara HPV9 memberikan perlindungan lebih luas terhadap sembilan jenis HPV, termasuk yang terkait dengan kutil kelamin dan berbagai jenis kanker.
Berdasarkan kebutuhan kesehatan individu dan saran dokter, perempuan berusia 9 hingga 25 tahun dapat menerima salah satu jenis vaksin. Untuk laki-laki dan perempuan hingga usia 45 tahun, opsi dengan cakupan lebih luas (HPV9) umumnya lebih disarankan. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?
Vaksin HPV tidak diberikan setiap tahun. Sebaliknya, vaksin ini mengikuti jadwal tetap berdasarkan usia dan jenis vaksin yang digunakan. Setelah seluruh rangkaian dosis selesai, saat ini umumnya tidak diperlukan booster tambahan.
Terdapat dua jenis vaksin utama di Singapura, dan jadwalnya sedikit berbeda:

Jika Anda tidak yakin jenis vaksin HPV yang telah diterima atau jumlah dosis yang sudah didapatkan, dokter dapat membantu memeriksa catatan Anda dan memberikan saran selanjutnya.
Vaksin MMR – Mengapa Masih Penting bagi Orang Dewasa
Vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR) memberikan perlindungan terhadap tiga infeksi virus yang biasanya dikaitkan dengan masa kanak-kanak. Di Singapura, vaksin ini merupakan bagian dari Jadwal Imunisasi Nasional Anak, dengan sebagian besar anak menerima vaksin sesuai jadwal. Namun, ini tidak berarti risikonya telah hilang. Virus-virus ini masih beredar secara global, dan dengan tingginya mobilitas perjalanan, kasus impor masih dapat muncul di masyarakat.
Bagi orang dewasa yang mungkin belum menyelesaikan vaksinasi atau tidak yakin dengan statusnya, risiko tetap ada. Campak dapat menyebabkan pneumonia atau peradangan otak. Gondongan dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah, meningitis, atau bahkan memengaruhi kesuburan pada pria. Rubela biasanya ringan pada orang dewasa, tetapi jika terjadi selama kehamilan, dapat menyebabkan cacat lahir yang serius. Vaksin MMR memberikan perlindungan terhadap ketiga virus ini dalam satu suntikan.
Memeriksa status vaksinasi Anda tetap relevan, terutama jika Anda tidak yakin telah menerima kedua dosis. Konsultasi singkat dengan dokter dapat membantu memverifikasi catatan Anda dan menentukan apakah diperlukan tindakan lanjutan.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin MMR?
Vaksin MMR direkomendasikan untuk orang dewasa yang mungkin belum menyelesaikan dua dosis penuh atau tidak yakin dengan riwayat vaksinasi mereka. Hal ini особенно relevan di Singapura, di mana penerapan vaksin campak dan MMR berkembang dari waktu ke waktu. Vaksin campak monovalen diperkenalkan pada tahun 1976, diwajibkan pada tahun 1985, dan kemudian digantikan oleh vaksin kombinasi MMR pada tahun 1990. Karena itu, orang dewasa yang lahir pada tahun 1970-an dan 1980-an mungkin belum mendapatkan perlindungan penuh, sehingga penting untuk memeriksa status vaksinasi dengan dokter.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin MMR?
Vaksin MMR tidak memerlukan booster tahunan. Bagi sebagian besar orang dewasa, menyelesaikan dua dosis sudah cukup untuk memberikan perlindungan jangka panjang. Jika Anda hanya menerima satu dosis atau tidak yakin dengan riwayat vaksinasi Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan dosis tambahan untuk memastikan perlindungan penuh.
Vaksin Hepatitis B – Tetap Penting untuk Orang Dewasa
Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan konsekuensi serius jika tidak ditangani. Ini termasuk komplikasi jangka panjang seperti hepatitis kronis, sirosis, dan kanker hati. Virus ini menyebar melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, sehingga dapat ditularkan melalui penggunaan barang pribadi bersama, hubungan seksual tanpa perlindungan, atau dari ibu ke bayi saat lahir. Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala, Hepatitis B dapat merusak hati secara diam-diam sebelum tanda-tanda muncul.
Gejala awal, jika muncul, dapat meliputi penyakit kuning, mual, ketidaknyamanan pada perut, atau nyeri sendi. Namun, banyak orang membawa virus ini tanpa menyadarinya, sehingga vaksinasi menjadi bentuk perlindungan penting bagi diri sendiri dan orang di sekitar Anda. Hal ini особенно relevan bagi orang dewasa yang mungkin belum menyelesaikan rangkaian vaksin saat kecil, atau yang memiliki faktor risiko terkait pekerjaan, gaya hidup, atau riwayat kesehatan.
Di Singapura, vaksin Hepatitis B merupakan bagian dari Jadwal Imunisasi Nasional Anak dan Dewasa. Vaksin ini memainkan peran penting dalam kesehatan masyarakat dengan mengurangi penyebaran infeksi dan melindungi kelompok berisiko.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?
Vaksin Hepatitis B direkomendasikan bagi orang dewasa yang belum divaksinasi dan memiliki risiko lebih tinggi, termasuk:
- Tenaga kesehatan dan pengasuh
- Individu dengan riwayat infeksi menular seksual
- Orang dewasa dengan penyakit hati kronis atau gangguan ginjal
- Mereka yang tinggal bersama atau memiliki kontak dekat dengan penderita Hepatitis B
- Wisatawan yang bepergian ke negara dengan prevalensi Hepatitis B yang lebih tinggi
Orang dewasa yang telah menyelesaikan vaksinasi sebelumnya tetapi masih memiliki risiko tinggi juga dapat dianjurkan untuk mendapatkan dosis booster. Jika Anda tidak yakin apakah sudah divaksinasi atau masih memiliki perlindungan yang memadai, tes darah sederhana dapat membantu menilai status kekebalan Anda.
Catatan Penting: Vaksin ini tidak cocok bagi individu dengan alergi terhadap komponen vaksin, termasuk ragi, atau yang pernah mengalami reaksi serius terhadap dosis sebelumnya. Dokter dapat memberikan saran alternatif jika diperlukan.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?
Jadwal standar vaksinasi Hepatitis B terdiri dari tiga dosis dalam enam bulan:
- Dosis pertama: Tanggal awal yang dipilih
- Dosis kedua: Satu bulan setelah dosis pertama
- Dosis ketiga: Enam bulan setelah dosis pertama
Rangkaian ini biasanya diberikan sekali seumur hidup. Setelah selesai, sebagian besar orang dewasa yang sehat tidak memerlukan dosis tambahan, kecuali disarankan oleh dokter. Dalam kondisi tertentu, seperti sistem kekebalan yang lemah atau risiko paparan berkelanjutan, dosis booster mungkin dianjurkan.
Vaksin Varisela (Cacar Air)
Pernah terkena cacar air saat kecil tidak berarti Anda sepenuhnya terlindungi — dan jika Anda belum pernah mengalaminya, risikonya di usia dewasa lebih tinggi daripada yang kebanyakan orang jangkakan. Cacar air mudah menyebar melalui udara dan melalui kontak langsung dengan lepuhan. Pada kanak-kanak, biasanya hanya menyebabkan ketidakselesaan yang masih dapat ditangani. Namun pada orang dewasa, infeksi yang sama lebih berisiko menyebabkan komplikasi serius, termasuk pneumonia dan ensefalitis.
Pada wanita hamil, risikonya juga melibatkan bayi, di mana infeksi selama kehamilan dapat dikaitkan dengan cacat lahir dan, dalam kasus serius, keguguran atau kematian janin. Selain itu, terdapat kesan jangka panjang: walaupun telah sembuh, virus ini tetap tidak aktif dalam sel saraf dan boleh aktif kembali beberapa dekad kemudian sebagai herpes zoster (shingles).
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Varisela?
Di bawah NAIS, orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang belum pernah divaksin atau tidak mempunyai bukti jelas jangkitan atau imuniti disarankan menerima dua dos vaksin varisela.
Ini amat penting bagi wanita yang merancang kehamilan. Oleh kerana vaksin varisela adalah vaksin hidup, ia tidak boleh diberikan semasa kehamilan, dan imuniti perlu dipastikan terlebih dahulu. Kehamilan perlu dielakkan sekurang-kurangnya 3 bulan selepas dos terakhir. Pekerja kesihatan juga disarankan untuk divaksinasi kerana risiko pendedahan kepada pesakit yang rentan.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin Varisela?
Vaksin ini diberikan dalam dua dos dengan jarak empat hingga lapan minggu. Ia bukan vaksin yang perlu diulang setelah siri lengkap selesai. Jika anda tidak pasti sama ada pernah terkena cacar air atau telah divaksin, ujian darah boleh membantu mengesahkan status imuniti sebelum membuat keputusan seterusnya.
Vaksin Pneumokokus – Mengapa Tidak Boleh Diabaikan
Penyakit pneumokokus boleh menyebabkan jangkitan serius seperti pneumonia, meningitis, bakteremia, dan jangkitan telinga. Walaupun sering dikaitkan dengan kanak-kanak, ia masih membawa risiko nyata kepada orang dewasa. Risiko ini особенно tinggi bagi individu berusia 65 tahun ke atas, atau mereka yang mempunyai penyakit kronik yang melibatkan paru-paru, jantung, buah pinggang, atau sistem imun.
Jangkitan ini tidak selalu bermula dengan tanda yang jelas. Gejala awal mungkin hanya batuk ringan, demam rendah, atau sakit telinga, dan boleh disalah anggap sebagai masalah ringan. Namun, ia berpotensi berkembang menjadi gejala yang lebih serius seperti sakit dada, kekeliruan, atau sakit kepala yang teruk. Bergantung kepada penyebaran jangkitan, keadaan ini mungkin memerlukan kemasukan ke hospital dan tempoh pemulihan yang lebih panjang.
Walaupun rawatan tersedia, pemulihan daripada jangkitan pneumokokus yang serius boleh mengambil masa. Ia mungkin melibatkan ketidakselesaan berpanjangan, gangguan kepada kehidupan harian, dan tempoh pemulihan yang lebih lama daripada jangkaan. Dalam hal ini, risiko tidak mendapatkan vaksin boleh menjadi lebih besar daripada yang disedari.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Pneumokokus?
Di Singapura, vaksin pneumokokus disarankan untuk orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, kerana kumpulan ini lebih berisiko mengalami komplikasi serius. Ia juga disyorkan untuk orang dewasa dengan penyakit kronik seperti diabetes, atau keadaan yang melibatkan jantung, paru-paru, buah pinggang, atau hati. Individu dengan sistem imun yang lemah juga termasuk dalam kumpulan berisiko tinggi.
Untuk memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh, dua jenis vaksin pneumokokus digunakan. PCV13 (vaksin konjugat pneumokokus 13-valen) melindungi daripada 13 strain bakteria biasa, manakala PPSV23 (vaksin polisakarida pneumokokus 23-valen) melindungi daripada 23 strain.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumokokus?
Bagi kebanyakan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, jadual biasa melibatkan satu dos vaksin PCV13, diikuti oleh vaksin PPSV23 pada peringkat seterusnya. Urutan ini membantu membina perlindungan yang lebih kuat dan tahan lama, особенно bagi mereka yang belum pernah menerima mana-mana vaksin ini sebelum ini.
Jika anda berumur di bawah 65 tahun tetapi mempunyai keadaan perubatan tertentu yang meningkatkan risiko, doktor mungkin mencadangkan untuk memulakan lebih awal. Jarak masa antara dos boleh berbeza bergantung kepada keadaan kesihatan dan sejarah perubatan anda, jadi sebaiknya berbincang dengan penyedia penjagaan kesihatan untuk mendapatkan nasihat yang sesuai.

Vaksin Herpes Zoster (Shingles)
Kebanyakan orang mengenali shingles sebagai ruam yang menyakitkan. Namun, yang kurang disedari adalah kesakitan tersebut boleh berlanjutan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun selepas kulit sembuh, dan risiko untuk mendapatkannya meningkat dengan ketara seiring pertambahan usia.
Shingles disebabkan oleh virus varicella-zoster, virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Jika anda pernah mengalami cacar air, virus tersebut masih berada dalam tubuh, tidak aktif dalam sel saraf. Apabila sistem imun melemah akibat usia atau penyakit, virus ini boleh aktif semula sebagai shingles, biasanya muncul sebagai ruam melepuh yang menyakitkan di satu sisi badan atau wajah.
Komplikasi paling biasa ialah neuralgia pasca-herpetik, di mana kesakitan saraf berterusan lama selepas ruam hilang. Kajian juga menunjukkan bahawa shingles dikaitkan dengan peningkatan risiko strok dan serangan jantung dalam beberapa bulan selepas jangkitan.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Shingles?
vaksin shingles telah dimasukkan ke dalam NAIS pada September 2025, menjadikannya tambahan terkini dalam jadual vaksinasi dewasa di Singapura.
Vaksin ini disarankan untuk:
- semua orang dewasa berusia 60 tahun ke atas, tanpa mengira sama ada pernah mengalami cacar air atau shingles sebelum ini
- individu berusia 18 hingga 59 tahun dengan sistem imun yang lemah, termasuk mereka yang menghidap HIV, menjalani terapi imunosupresif, atau yang telah menjalani pemindahan organ atau sel stem
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin Shingles?
Shingrix diberikan sebagai satu siri dua dos dengan jarak dua hingga enam bulan. Bagi individu imunokompromi yang memerlukan perlindungan lebih cepat, jarak ini boleh dipendekkan kepada satu hingga dua bulan. Setelah siri dua dos selesai, tiada booster tambahan diperlukan pada masa ini.
Subsidi tersedia di klinik GP CHAS untuk warga Singapura yang layak mulai September 2025, dengan penggunaan MediSave dijangka diperluaskan mulai pertengahan 2026 — ketahui lebih lanjut di laman MOH.
Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)
Kebanyakan orang dewasa pernah mengalami RSV tanpa menyedarinya. Biasanya ia menyebabkan gejala seperti selesema yang akan pulih sendiri. Namun, bagi kumpulan tertentu, virus yang sama boleh menyebabkan komplikasi pernafasan yang lebih serius dan sukar untuk pulih.
RSV merupakan punca biasa jangkitan saluran pernafasan bawah dalam kalangan warga emas. Bagi mereka yang mempunyai penyakit kronik — termasuk COPD, kegagalan jantung kongestif, diabetes, atau penyakit buah pinggang kronik — RSV boleh memburukkan keadaan sedia ada secara ketara dan dalam kes serius boleh membawa kepada pneumonia atau kegagalan pernafasan.
Bagi wanita hamil, terdapat pertimbangan tambahan: vaksinasi semasa kehamilan boleh memindahkan antibodi perlindungan kepada bayi, memberikan perlindungan awal terhadap RSV pada bulan-bulan pertama kehidupan sebelum bayi cukup umur untuk divaksin sendiri.
Siapa yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin RSV?
Vaksin RSV pada masa ini belum termasuk dalam NAIS, namun dua vaksin telah diluluskan oleh Health Sciences Authority (HSA) Singapura untuk kegunaan tempatan. Arexvy (GSK) diluluskan untuk orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Abrysvo (Pfizer) diluluskan untuk orang dewasa berusia 60 tahun ke atas, serta wanita hamil antara 32 hingga 36 minggu kehamilan — menjadikannya pilihan yang boleh dibincangkan dengan GP Clinic jika anda sedang hamil.
Seberapa Sering Anda Perlu Mendapatkan Vaksin RSV?
Hanya satu dos vaksin RSV yang disyorkan. Pada masa ini, tiada rawatan antivirus yang berkesan secara meluas untuk RSV dalam kalangan orang dewasa, menjadikan vaksinasi sebagai bentuk perlindungan paling efektif yang tersedia. Doktor GP anda boleh menasihatkan sama ada anda memerlukannya berdasarkan umur dan profil kesihatan anda.
Tidak Pasti dengan Status Vaksinasi Anda? Mari Perjelas!
Perlindungan vaksin bukan hanya untuk masa kanak-kanak. Ia terus memainkan peranan penting bagi orang dewasa dalam melindungi daripada jangkitan yang boleh menyebabkan masalah kesihatan serius di kemudian hari. Sama ada untuk keperluan kerja, perjalanan, atau perlindungan harian, memastikan vaksin anda sentiasa dikemas kini adalah salah satu cara paling mudah untuk menjaga kesihatan jangka panjang.
Jika sudah lama sejak anda menyemak rekod vaksinasi anda, sekarang adalah masa yang sesuai untuk melakukannya. Anda mungkin memerlukan dos susulan atau sekadar ingin mendapatkan kepastian tentang vaksin yang telah diambil. Perbincangan ringkas dengan doktor boleh membantu menentukan langkah seterusnya berdasarkan umur, gaya hidup, dan profil kesihatan anda.
Di Healthway Medical, kami sedia membantu anda. Jika anda mencari panduan yang jelas atau ingin memulakan, klinik kami bersedia untuk membantu supaya anda dapat kekal terlindung dengan yakin dan tenang.