Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum dan dapat berdampak pada pria maupun wanita. Virus ini bertanggung jawab atas berbagai penyakit, termasuk kanker serviks, kutil kelamin, serta kanker lain seperti kanker tenggorokan, anus, dan penis. Kabar baiknya, tersedia vaksin untuk membantu melindungi dari risiko-risiko tersebut, yaitu vaksin HPV. Mendapatkan vaksin sejak dini merupakan salah satu langkah paling efektif untuk perlindungan jangka panjang.
Usia ideal untuk menerima vaksin HPV adalah antara 9 hingga 14 tahun, sesuai rekomendasi Jadwal Imunisasi Nasional Singapura. Rentang usia ini dipilih dengan cermat karena memberikan perlindungan terbaik sebelum adanya kemungkinan paparan terhadap virus HPV.

Manfaat Mendapatkan Vaksin HPV Lebih Awal
Pemberian vaksin pada usia lebih muda membantu membangun dasar perlindungan kesehatan jangka panjang, secara signifikan menurunkan risiko penyakit terkait HPV serta berkontribusi terhadap perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Ini merupakan langkah sederhana namun bermakna menuju masa depan yang lebih sehat.
Respons Imun yang Lebih Kuat
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang lebih muda, khususnya pada usia pra-remaja, menghasilkan respons imun yang lebih kuat dan bertahan lebih lama setelah menerima vaksin HPV dibandingkan mereka yang divaksinasi pada usia lebih dewasa. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh lebih responsif dan mampu menghasilkan kadar antibodi pelindung yang lebih tinggi. Respons imun yang lebih baik ini memberikan perlindungan jangka panjang yang lebih efektif terhadap kanker dan kondisi terkait HPV, seperti kanker serviks, kanker tenggorokan, dan kutil kelamin.
Perlindungan Sebelum Paparan
HPV terutama ditularkan melalui kontak seksual. Oleh karena itu, vaksinasi sebelum seseorang aktif secara seksual memastikan perlindungan sejak dini, dibandingkan mencoba mencegah infeksi setelah terpapar. Selain itu, dengan melakukan vaksinasi sebelum tahap tersebut, tubuh dapat membangun kekebalan tanpa risiko adanya infeksi yang sudah terjadi, sehingga memberikan pendekatan perlindungan kesehatan yang lebih proaktif.
Jadwal Dosis yang Lebih Sederhana
Vaksinasi pada usia lebih muda juga memerlukan jumlah dosis yang lebih sedikit untuk perlindungan penuh. Bagi individu di bawah usia 15 tahun, dianjurkan dua dosis vaksin. Sementara itu, individu berusia 15 tahun ke atas disarankan menerima tiga dosis dengan interval pada bulan ke-0, 1–2, dan 6.
Di Singapura, National Childhood Immunisation Schedule (NCIS) dan National Adult Immunisation Schedule (NAIS) merekomendasikan agar semua perempuan berusia 9 hingga 26 tahun menerima vaksin HPV. Bagi mereka yang divaksinasi pada usia 9 hingga 14 tahun, dua dosis sudah mencukupi untuk perlindungan penuh. Namun, jika vaksin diberikan setelah usia 15 tahun, jadwal tiga dosis dianjurkan untuk mencapai tingkat kekebalan yang setara.
Saya Sudah Dewasa — Apakah Saya Masih Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?
Jika Anda melewatkan vaksinasi pada usia yang dianjurkan, tidak perlu khawatir. Vaksin HPV tetap tersedia bagi individu hingga usia 26 tahun. Dalam beberapa kasus, orang dewasa berusia 27 hingga 44 tahun juga dapat memperoleh manfaat dari vaksin, terutama jika memiliki risiko paparan HPV yang baru.
Meskipun vaksin HPV paling efektif bila diberikan sebelum adanya paparan terhadap virus, orang dewasa yang sudah aktif secara seksual tetap dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi. Bahkan jika seseorang telah terpapar satu atau beberapa jenis HPV, vaksin masih dapat memberikan perlindungan terhadap jenis berisiko tinggi lainnya yang belum pernah terpapar.
Bagi orang dewasa dengan paparan terbatas atau yang memasuki hubungan baru, vaksin memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap infeksi di masa depan. Selain itu, karena HPV dapat berada dalam keadaan tidak aktif selama bertahun-tahun, vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko infeksi ulang dari jenis virus yang berbeda. Konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menentukan apakah vaksin HPV merupakan langkah pencegahan yang sesuai untuk kondisi kesehatan Anda.
Mengapa Pria Juga Perlu Peduli?
Mari luruskan anggapan yang keliru: vaksin HPV bukan hanya untuk perempuan. Selain kanker serviks, pria juga berisiko terkena penyakit terkait HPV. Faktanya, Singapura kini merekomendasikan vaksin HPV untuk pria dan perempuan guna membangun perlindungan yang lebih kuat bagi seluruh populasi.
Vaksin HPV juga sangat bermanfaat bagi pria karena memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis virus HPV yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Pria yang menerima vaksin memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kondisi terkait HPV seperti kutil kelamin, serta beberapa jenis kanker termasuk kanker penis, anus, dan kepala serta leher. Karena infeksi HPV sering kali tidak menunjukkan gejala, virus dapat ditularkan tanpa disadari kepada pasangan seksual.
Dengan mendapatkan vaksinasi, pria tidak hanya melindungi kesehatan diri sendiri tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi penyebaran HPV di masyarakat. Vaksin paling efektif bila diberikan sebelum aktivitas seksual dimulai, namun individu yang sudah aktif secara seksual tetap dapat memperoleh manfaat dari perlindungan terhadap jenis HPV yang belum pernah terpapar.
Langkah Sederhana Menuju Masa Depan yang Lebih Sehat

Vaksin HPV aman, efektif, dan tersedia secara luas. Dengan mendapatkan vaksin sejak dini, Anda atau anak Anda dapat mengambil langkah penting dalam melindungi diri dari penyakit terkait HPV. Jika Anda belum menerima vaksin HPV, masih ada kesempatan untuk mempertimbangkannya dengan berkonsultasi bersama dokter mengenai pilihan yang sesuai.
Lindungi diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi—karena kesehatan adalah hal yang layak diprioritaskan.