Asma memengaruhi sekitar satu dari lima anak dan satu dari 20 orang dewasa di Singapura1. Pada sebagian orang, gejala hanya muncul saat berolahraga, ketika mengalami infeksi saluran pernapasan, atau setelah terpapar pemicu seperti debu dan kabut asap. Pada sebagian lainnya, asma dapat memengaruhi kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, dan kualitas hidup. Apa pun bentuk gejala yang Anda alami, mengenali tanda-tanda asma dan mengetahui kapan perlu mencari pertolongan medis merupakan langkah awal yang penting untuk mengelola kondisi ini dengan baik.
Apa Itu Asma?
Apa Itu Asma?
Asma adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan saluran napas di paru-paru mengalami peradangan dan menjadi lebih sensitif daripada biasanya. Saat dipicu oleh faktor seperti debu, kabut asap, udara dingin, atau infeksi virus, saluran napas dapat menyempit, membengkak, dan menghasilkan lebih banyak lendir, sehingga membuat pernapasan menjadi lebih sulit.
Gejala asma dapat muncul dan menghilang, dengan tingkat keparahan yang bervariasi mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga serangan asma yang lebih berat. Bahkan ketika gejala tidak sedang muncul, pengelolaan yang konsisten dapat membantu mengurangi kekambuhan dan mendukung pengendalian kondisi dalam jangka panjang.
Gejala Asma
Gejala asma dapat bervariasi dari ringan dan sesekali muncul hingga menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala yang umum meliputi:
- Mengi: suara seperti siulan atau bunyi bernada tinggi saat bernapas, terutama ketika mengembuskan napas
- Sesak napas: terutama saat melakukan aktivitas fisik atau pada malam hari
- Dada terasa sesak: sensasi tekanan atau rasa terhimpit di area dada
- Batuk: sering kali lebih buruk pada malam hari atau dini hari; pada sebagian orang, ini mungkin merupakan satu-satunya gejala
Sebagian orang hanya mengalami gejala dalam situasi tertentu, seperti saat berolahraga, cuaca dingin, mengalami infeksi saluran pernapasan, atau setelah terpapar alergen tertentu. Namun, sebagian lainnya dapat mengalami gejala secara lebih teratur sepanjang siang maupun malam hari.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Asma?
Asma dapat memengaruhi orang dari segala usia, tetapi beberapa individu memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kerentanan meliputi:
- Riwayat asma dalam keluarga
- Riwayat pribadi atau keluarga dengan kondisi alergi, seperti eksim atau rinitis alergi
- Paparan asap rokok, terutama selama masa kanak-kanak
- Infeksi saluran pernapasan saat masa kanak-kanak
Memiliki satu atau lebih faktor risiko tidak berarti Anda pasti akan mengalami asma. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas secara berulang, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.
Konsultasikan dengan Dokter Umum Healthway MedicalBagaimana Asma Didiagnosis
Berkonsultasi dengan dokter umum merupakan langkah awal yang baik jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang menetap atau berulang. Dokter akan menanyakan pola gejala, faktor pemicu yang diketahui, serta riwayat keluarga dengan kondisi atopik untuk menilai kemungkinan adanya asma. Jika diperlukan, dokter dapat menggunakan salah satu atau kedua pemeriksaan berikut:
- Spirometri: Anda akan diminta mengembuskan napas dengan kuat ke dalam alat yang mengukur jumlah udara yang dapat dikeluarkan serta seberapa cepat udara tersebut dikeluarkan, untuk menilai adanya hambatan aliran udara2. Jika pemeriksaan fungsi paru diperlukan untuk mendukung diagnosis, dokter umum akan menyarankan langkah selanjutnya atau opsi rujukan yang sesuai.
- Pemantauan peak flow: menggunakan alat genggam sederhana yang mengukur kecepatan aliran udara saat mengembuskan napas. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk diagnosis maupun pemantauan kondisi secara berkala di rumah2.
Banyak penderita asma dapat ditangani dengan baik oleh dokter umum melalui pemantauan rutin dan penyesuaian pengobatan. Rujukan ke dokter spesialis paru atau dokter spesialis anak dapat dipertimbangkan jika diagnosis masih belum pasti, gejala sulit dikendalikan, atau serangan asma terjadi secara berat maupun berulang.
Penanganan Asma
Penanganan asma berfokus pada pengendalian gejala, mengurangi kekambuhan, dan membantu Anda tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Karena kondisi asma dapat berubah seiring waktu, rencana perawatan Anda mungkin perlu ditinjau kembali apabila gejala atau gaya hidup Anda berubah.
Bagaimana Asma Ditangani?
Bergantung pada gejala dan hasil penilaian medis, rencana penanganan Anda dapat mencakup:
- Penggunaan obat untuk membantu mengendalikan peradangan saluran napas dan meredakan gejala
- Panduan mengenai cara dan waktu penggunaan inhaler yang diresepkan, bila diperlukan
- Evaluasi teknik penggunaan inhaler untuk memastikan obat mencapai paru-paru secara optimal
- Rencana tindakan asma tertulis agar Anda mengetahui langkah yang perlu diambil jika gejala memburuk
- Kunjungan tindak lanjut untuk menilai apakah asma telah terkendali dengan baik2
Dengan pengobatan yang sesuai dan pemantauan secara berkala, banyak penderita asma dapat tetap bekerja, belajar, berolahraga, dan menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Pemicu Asma yang Umum di Singapura
Gejala asma dapat dipicu atau diperburuk oleh berbagai faktor. Di Singapura, pemicu yang umum meliputi:
- Tungau debu rumah yang mudah berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap
- Kabut asap dan polusi udara – pelajari bagaimana kabut asap memengaruhi kesehatan Anda di Singapura
- Infeksi saluran pernapasan, seperti pilek dan flu
- Asap rokok dan paparan asap rokok dari orang lain
- Olahraga atau paparan udara dingin dan kering pada sebagian orang
Memperhatikan kapan gejala muncul dapat membantu dokter umum memberikan saran yang lebih tepat serta menyesuaikan rencana penanganan asma Anda.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis Darurat?
Segera cari pertolongan medis darurat jika Anda atau anak Anda:
- Mengalami kesulitan bernapas yang berat
- Tidak dapat berbicara dalam kalimat lengkap karena sesak napas
- Mengalami bibir atau ujung jari yang membiru
- Menjadi sangat mengantuk atau sangat lelah
- Tidak membaik setelah menggunakan obat pereda sesuai dengan rencana tindakan asma yang diberikan
- Mengalami gejala yang memburuk dengan cepat
Dalam keadaan darurat, hubungi 995 untuk mendapatkan ambulans.
Perawatan Asma oleh Dokter Umum

Dokter umum merupakan pilihan awal yang tepat jika Anda atau anak Anda mengalami gejala asma yang berulang, memerlukan bantuan untuk mengelola asma yang sudah ada, atau tidak yakin apakah pengobatan yang sedang dijalani sudah memberikan hasil yang optimal.
Dokter umum dapat membantu Anda dengan:
- Menilai gejala yang berulang dan kemungkinan faktor pemicunya
- Meninjau tingkat pengendalian asma saat ini serta kebutuhan pengobatan Anda
- Memeriksa teknik penggunaan inhaler
- Membantu Anda memahami apa yang harus dilakukan saat gejala kambuh
- Memberikan saran mengenai perawatan pencegahan, termasuk vaksinasi yang direkomendasikan bila sesuai
- Merujuk Anda untuk pemeriksaan lanjutan jika gejala sulit dikendalikan atau diagnosis masih belum jelas
Asma mungkin tetap memerlukan evaluasi meskipun gejalanya tampak ringan. Konsultasikan dengan dokter umum jika Anda semakin sering menggunakan inhaler pereda, terbangun pada malam hari karena gejala, menghindari olahraga, atau mengalami serangan asma berulang.
Menggunakan MediSave untuk Perawatan Asma
Asma termasuk dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis Singapura (CDMP). Warga Negara Singapura dan Penduduk Tetap yang memenuhi syarat dapat menggunakan MediSave untuk membantu menanggung biaya perawatan asma rawat jalan yang memenuhi ketentuan.
Mulai 1 Februari 2024, Warga Negara Singapura dan Penduduk Tetap yang menerima perawatan untuk kondisi CDMP dari dokter layanan primer Healthier SG yang telah mereka pilih dapat menggunakan MediSave untuk membayar seluruh tagihan medis mereka hingga batas penarikan yang berlaku, tanpa kewajiban pembayaran tunai sebesar 15%3.
Seluruh klinik dokter umum di Healthway Medical merupakan penyedia layanan CDMP yang terakreditasi.
Temukan Klinik Healthway Medical TerdekatPertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Asma
Saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan asma sepenuhnya. Namun, dengan pengobatan yang sesuai dan evaluasi secara berkala, banyak penderita dapat mengendalikan gejalanya dengan baik dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa2.
Ya. Kondisi ini terkadang disebut asma yang muncul pada usia dewasa (adult-onset asthma), yang dapat dipicu oleh paparan baru di tempat kerja, perubahan hormon, infeksi saluran pernapasan, atau stres. Jika gejala asma mulai muncul secara berulang pada usia dewasa, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.
Menurut HealthHub, hingga separuh anak dengan asma mungkin tidak lagi mengalami serangan asma selama masa remaja, sementara hanya sekitar 5% yang tetap mengalami asma hingga usia dewasa4. Namun, gejala dapat muncul kembali di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor pemicu asma pada anak dan mengikuti anjuran dokter.
Makanan seperti minuman dingin, es krim, dan cokelat umumnya bukan pemicu asma4. Asma yang benar-benar dipicu oleh makanan jarang terjadi dan biasanya berkaitan dengan alergi makanan, bukan suhu makanan tersebut. Jika Anda merasa makanan tertentu berulang kali memicu gejala, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.
Ya. Dengan asma yang terkontrol dengan baik, sebagian besar penderita tetap dapat berolahraga dan menjalani gaya hidup aktif4. Jika olahraga sering memicu gejala, sebaiknya konsultasikan dengan dokter umum untuk meninjau kembali rencana penanganan asma Anda.
Asma dan bronkitis sama-sama dapat menyebabkan batuk, mengi, dan sesak napas, sehingga keduanya sering kali membingungkan. Asma adalah kondisi jangka panjang yang ditandai dengan peradangan saluran napas yang menetap dan respons yang berlebihan terhadap berbagai pemicu. Bronkitis akut biasanya merupakan infeksi jangka pendek yang menyebabkan lapisan saluran napas membengkak, sedangkan bronkitis kronis adalah kondisi jangka panjang yang lebih sering ditemukan pada perokok. Jika Anda tidak yakin kondisi mana yang menyebabkan gejala yang Anda alami, berkonsultasi dengan dokter umum merupakan langkah yang tepat.
Referensi
- Lim LHM, Chen W, Amegadzie JE, Lim HF. The increasing burden of asthma acute care in Singapore: an update on 15 year population level evidence. BMC Pulmonary Medicine. 2023;23:502. https://link.springer.com/article/10.1186/s12890-023-02797-7
- Primary Care Pages. Asthma. Healthier SG Care Protocols. Agency for Integrated Care, Singapore. https://www.primarycarepages.sg/healthier-sg/care-protocols/chronic-care-protocols/asthma
- Ministry of Health Singapore. Outpatient Care. MediSave. https://www.moh.gov.sg/managing-expenses/schemes-and-subsidies/medisave/outpatient-care/
- HealthHub Singapore. Asthma (Common Childhood Illnesses). Last reviewed 22 April 2024. https://www.healthhub.sg/health-conditions/common-childhood-illnesses-asthma
