
Lemak viseral adalah lemak perut yang tersimpan jauh di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ penting. Berbeda dengan lemak yang dapat dicubit di bawah kulit, lemak ini tersembunyi tetapi memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan jangka panjang. Di Singapura, hal ini penting karena kelebihan lemak perut berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit hati berlemak. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang yang tampak kurus, yang sering disebut sebagai “skinny fat”.
Survei Kesehatan Penduduk Nasional terbaru1 menunjukkan bahwa lebih dari satu dari lima orang dewasa memiliki BMI 27,5 atau lebih, yaitu batas risiko tinggi bagi populasi Asia2. Meskipun BMI tidak mengukur lemak viseral secara langsung, angka ini dapat menjadi indikator awal yang berguna. Lingkar pinggang memberikan petunjuk praktis lainnya, terutama ketika berat badan saja tidak mencerminkan gambaran risiko kesehatan secara menyeluruh.
Poin Penting
- Lemak viseral adalah lemak tersembunyi yang mengelilingi organ tubuh, sedangkan lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit dan dapat dicubit.
- Lingkar pinggang merupakan indikator yang lebih baik untuk menilai lemak viseral dibandingkan BMI semata. Di Singapura, lingkar pinggang 90 cm atau lebih pada pria, atau 80 cm atau lebih pada wanita, merupakan tanda peringatan terlepas dari berat badan3.
- Anda dapat memiliki lemak viseral yang berbahaya meskipun berat badan Anda normal, suatu kondisi yang sering disebut sebagai “skinny fat”.
- Lemak viseral dapat berkurang secara efektif melalui pola makan yang lebih sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan mengurangi konsumsi alkohol.
Apa Itu Lemak Viseral?

Lemak viseral adalah lemak yang tersimpan jauh di dalam rongga perut dan mengelilingi organ-organ seperti hati, usus, dan pankreas. Lemak ini berbeda dengan lemak subkutan, yaitu lapisan lemak yang berada tepat di bawah kulit dan dapat dicubit dengan jari.
Perbedaan ini penting karena keduanya memiliki dampak yang sangat berbeda terhadap kesehatan.
- Lemak subkutan berada di bawah kulit dan umumnya tidak berkaitan dengan penyakit metabolik sekuat lemak viseral; sedangkan
- Lemak viseral bersifat aktif secara biologis. Lemak ini melepaskan hormon dan zat peradangan yang dapat mengganggu cara tubuh mengatur gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.
Inilah sebabnya dua orang dengan berat badan yang sama dapat memiliki tingkat risiko kesehatan yang sangat berbeda, bergantung pada lokasi penyimpanan lemak dalam tubuh mereka.
Apa yang Menyebabkan Lemak Viseral Menumpuk?
Lemak viseral biasanya terbentuk akibat kombinasi berbagai faktor dalam kehidupan sehari-hari, bukan karena satu penyebab tunggal. Faktor utama yang berperan meliputi:
- Mengonsumsi kalori secara berlebihan dibandingkan yang digunakan tubuh, terutama dari minuman manis dan karbohidrat olahan
- Gaya hidup yang kurang aktif dengan banyak waktu duduk
- Kurang tidur, kualitas tidur yang buruk, atau stres berkepanjangan yang meningkatkan hormon pemicu penyimpanan lemak perut
- Konsumsi alkohol yang sering
- Bertambahnya usia, yang disertai berkurangnya massa otot dan perubahan kadar hormon
- Faktor genetik, di mana orang keturunan Asia cenderung lebih mudah menyimpan lemak viseral meskipun memiliki berat badan yang lebih rendah
Faktor-faktor ini sering kali saling memengaruhi. Misalnya, kurang tidur dapat meningkatkan hormon stres dan nafsu makan keesokan harinya, sehingga seseorang lebih mudah melewatkan olahraga dan memilih makanan atau minuman tinggi gula. Karena itu, lemak viseral dapat bertambah secara perlahan tanpa perubahan besar yang terlihat dalam rutinitas harian. Sebaliknya, memperbaiki satu aspek saja, seperti kualitas tidur atau tingkat aktivitas harian, sering kali dapat membantu memperbaiki kebiasaan sehat lainnya.
Mengapa Lemak Viseral Berbahaya?
Lemak viseral berbahaya karena bersifat aktif secara metabolik dan melepaskan zat-zat yang memicu peradangan serta resistensi insulin di seluruh tubuh. Karena terletak jauh di dalam rongga perut dan mengalir langsung ke hati, asam lemak dan zat peradangan yang dihasilkannya dapat mengganggu cara tubuh menggunakan insulin, yaitu hormon yang mengatur kadar gula darah. Seiring waktu, kondisi ini dapat meningkatkan kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, serta membuat tubuh berada dalam keadaan peradangan tingkat rendah yang berkepanjangan.
Hal ini meningkatkan risiko berbagai kondisi serius, termasuk:
- Diabetes tipe 2, karena tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin
- Penyakit jantung dan stroke akibat peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol yang tidak sehat
- Penyakit hati berlemak, yaitu penumpukan lemak di dalam hati
- Sindrom metabolik, yaitu kombinasi kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, kolesterol abnormal, dan lingkar pinggang yang berlebihan
Kondisi-kondisi ini cukup umum di Singapura. Survei kesehatan nasional yang sama menemukan bahwa sekitar satu dari tiga orang dewasa1 hidup dengan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, yang keduanya berkaitan erat dengan kelebihan lemak di area perut.
Lemak Viseral pada Pria dan Wanita: Apa Perbedaannya?
Pria cenderung menyimpan lemak viseral di sekitar perut, sedangkan wanita lebih banyak menyimpan lemak di pinggul dan paha hingga masa menopause. Setelah menopause, penumpukan lemak di area perut cenderung meningkat. Perbedaan pola ini dipengaruhi oleh hormon, sehingga dampak dan cara pengelolaannya dapat berbeda antara pria dan wanita.
Pada Pria
Pria lebih cenderung memiliki pola tubuh berbentuk “apel”, yaitu ketika lemak terkonsentrasi di area perut. Lemak viseral dan testosteron juga saling memengaruhi. Ketika jumlah lemak viseral meningkat, kadar testosteron dapat menurun, dan kadar testosteron yang lebih rendah dapat mempermudah penumpukan lemak di area perut.
Pada Wanita
Sebelum menopause, hormon estrogen cenderung mengarahkan penyimpanan lemak ke area pinggul dan paha. Selama perimenopause dan setelah menopause, penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan lebih banyak lemak tersimpan di area perut. Inilah sebabnya sebagian wanita mengalami peningkatan ukuran lingkar pinggang meskipun pola makan mereka tidak banyak berubah. Kondisi seperti PCOS juga dapat meningkatkan resistensi insulin, sehingga kenaikan berat badan di area perut menjadi lebih sulit dikendalikan.
Cara Mengurangi Lemak Viseral
Lemak viseral merespons dengan baik terhadap perubahan gaya hidup, termasuk pola makan yang lebih sehat, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan mengurangi konsumsi alkohol. Dalam banyak kasus, lemak viseral juga dapat berkurang lebih cepat dibandingkan lemak di bagian tubuh lainnya.
Ada satu hal penting yang perlu dipahami terlebih dahulu: Anda tidak dapat mengurangi lemak perut hanya pada area tertentu. Berapa pun banyaknya sit-up atau crunch yang dilakukan tidak akan secara langsung menghilangkan lemak di sekitar organ tubuh. Cara yang efektif adalah menurunkan persentase lemak tubuh secara keseluruhan melalui kebiasaan yang konsisten. Bahkan penurunan berat badan sebesar 5% hingga 10% dapat memberikan perbaikan yang berarti pada kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol3.
Utamakan Protein dan Serat
Daripada menjalani diet ekstrem, bangun pola makan Anda dengan sumber protein tanpa lemak dan sayuran. Keduanya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus mempertahankan massa otot. Perhatikan porsi nasi putih dan mi, pilih biji-bijian utuh jika memungkinkan, dan waspadai kalori dari minuman manis seperti kopi, teh manis, serta minuman kemasan. Jika Anda sering makan di luar, panduan kami tentang cara menyusun makanan seimbang di pusat jajanan dapat memberikan pilihan yang lebih sehat dan praktis.
Kombinasikan Latihan Kardio dan Latihan Kekuatan
Untuk mengurangi lemak viseral, kombinasi olahraga kardio dan latihan kekuatan umumnya lebih efektif dibandingkan salah satunya saja. Target yang praktis adalah sekitar 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap minggu, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, ditambah dua sesi latihan kekuatan untuk membantu membangun massa otot dan meningkatkan metabolisme saat istirahat.
Jaga Kualitas Tidur
Kurang tidur dapat mengganggu hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, serta berkaitan dengan peningkatan lemak viseral dari waktu ke waktu. Usahakan tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam dengan kualitas yang baik dan jadwal yang konsisten. Gangguan tidur juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu. Artikel kami tentang kapan perlu mencurigai gangguan tidur menjelaskan tanda-tanda yang perlu diperhatikan.
Kurangi Konsumsi Alkohol
Alkohol menambah kalori tanpa memberikan nilai gizi yang berarti dan merupakan salah satu penyebab tersembunyi dari penumpukan lemak perut. Istilah “perut buncit karena bir” bukanlah sekadar mitos. Mengurangi jumlah dan frekuensi konsumsi alkohol merupakan salah satu perubahan sederhana yang dapat memberikan manfaat besar.
Kelola Stres
Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon yang mendorong penyimpanan lemak di area perut dan memicu kebiasaan makan karena stres. Respons stres yang sama juga dapat mengganggu tidur, pencernaan, dan tekanan darah. Oleh karena itu, mengelola stres dapat memberikan manfaat bagi berbagai aspek kesehatan, bukan hanya lingkar pinggang Anda. Menyediakan waktu untuk pemulihan melalui olahraga, hobi, atau tidur yang lebih baik dapat memberikan perubahan yang bermakna.
Pemeriksaan komposisi tubuh juga dapat membantu memantau perubahan dari waktu ke waktu. Namun, pengukuran lingkar pinggang tetap menjadi salah satu indikator sehari-hari yang paling sederhana dan praktis.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Umum?

Karena kadar lemak viseral dapat tinggi meskipun berat badan terlihat normal, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting bagi semua orang, bukan hanya mereka yang tampak kelebihan berat badan. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum jika lingkar pinggang Anda melebihi batas sehat, Anda sudah memiliki kondisi terkait seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, atau Anda telah mencoba mengubah gaya hidup tetapi belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Konsultasi juga bermanfaat jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi-kondisi tersebut atau ingin memahami risiko kesehatan pribadi Anda.
Dokter umum dapat memeriksa tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah Anda, menilai risiko kesehatan secara keseluruhan, serta membantu menyusun rencana yang realistis. Hal ini dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehari-hari atau melalui pemeriksaan kesehatan eksekutif yang lebih komprehensif untuk mendapatkan gambaran awal yang jelas. Jika Anda sedang mengelola diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (CDMP) juga dapat membantu mendukung perawatan berkelanjutan.
Kendalikan Lemak Viseral Anda Mulai Sekarang
Memahami kondisi lingkar pinggang dan mengurangi lemak viseral merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Perubahan kecil namun konsisten pada pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan konsumsi alkohol dapat memberikan manfaat yang nyata dari waktu ke waktu.
Jika Anda khawatir tentang ukuran lingkar pinggang, berat badan, atau gejala terkait lainnya, berkonsultasi dengan dokter umum dapat membantu Anda memahami risiko pribadi dan menyusun rencana yang realistis. Jadwalkan konsultasi dengan dokter umum Healthway Medical untuk memeriksa lingkar pinggang, tekanan darah, dan gula darah Anda serta mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bisakah seseorang yang kurus tetap memiliki lemak viseral?
Ya. Seseorang dapat memiliki berat badan dan BMI yang normal tetapi tetap menyimpan lemak viseral berlebih di sekitar organ tubuhnya, yang sering disebut sebagai “skinny fat”. Inilah sebabnya pengukuran lingkar pinggang penting dilakukan selain memantau berat badan.
Apakah olahraga saja cukup untuk mengurangi lemak viseral?
Olahraga sangat efektif untuk mengurangi lemak viseral, terutama jika menggabungkan aktivitas aerobik dan latihan kekuatan. Namun, hasilnya biasanya lebih baik dan bertahan lebih lama apabila disertai pola makan seimbang, tidur yang cukup, dan pembatasan konsumsi alkohol.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi lemak viseral?
Tidak ada jangka waktu yang pasti. Namun, lemak viseral biasanya mulai berkurang dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah perubahan gaya hidup dilakukan secara konsisten, dan sering kali berkurang lebih cepat dibandingkan lemak subkutan. Perubahan yang bertahap dan berkelanjutan lebih efektif daripada diet ekstrem.
Apakah lemak viseral dapat dibalikkan?
Ya. Lemak viseral merupakan salah satu jenis lemak yang paling responsif terhadap perubahan gaya hidup. Menguranginya dapat membantu menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Mana yang lebih berbahaya, lemak viseral atau lemak subkutan?
Lemak viseral memiliki risiko kesehatan yang lebih besar. Lemak ini berada di dekat organ-organ penting seperti hati dan melepaskan hormon serta zat peradangan yang dapat mengganggu kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Sebaliknya, lemak subkutan yang berada di bawah kulit berfungsi lebih sebagai tempat penyimpanan energi dan jauh lebih sedikit dampaknya terhadap kesehatan. Karena itu, ukuran lingkar pinggang sering kali lebih penting daripada seberapa banyak lemak yang dapat Anda cubit.
Referensi
- Ministry of Health & Health Promotion Board. National Population Health Survey 2024 Report.
- Ministry of Health / Health Promotion Board. BMI Control — Healthier SG Care Protocol.
- WHO Expert Consultation. Appropriate body-mass index for Asian populations, The Lancet (2004).
Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan informasi umum dan bukan pengganti nasihat medis yang dipersonalisasi. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.